Fixed vs Growth

Mindset: Fixed vs Growth

“A growth mindset is when people understand that their abilities can be developed.”- Carol Dweck

Pikiran merupakan bagian dari diri kita yang berfungsi sebagai pengendali indra-indra lainnya. Dari pikiranlah “intruksi” untuk mengucapkan atau melakukan sesuatu hal berasal. Meski, kesadaran yang berada di dalam hati senantiasa selalu sigap meyaring apa yang seharusnya diucap atau tidak, dilakukan atau tidak.

Ketika pikiran tidak terkendali, maka akan liar seperti gajah mengamuk yang tiada berarah. Itulah mengapa sangat penting untuk berlatih mengendalikan pikiran agar ia dapat menjadi sahabat yang senantiasa mengarahkan tata-laku ke arah yang baik.

Latihan yang dapat dilakukan seperti misalnya moment of silence, mengantarkan diri kita dalam keadaan hening. Mengistirahatkan pikiran pada keheningan untuk selanjutnya siap bangkit guna menciptakan fokus.

Dalam bukunya yang berjudul “Mindset – The New Psychology of Success”, Carol Dweck menuliskan bahwa ada dua tipe pola pikir atau mindset, yakni pola pikir tetap (fixed mindset) dan pola pikir bertumbuh (growth mindset).

Orang dengan fixed mindset cenderung selalu ingin tampil dan terlihat cerdas karena mereka berkeyakinan bahwa mereka dilahirkan dengan tingkat kecerdasan tetap yang tidak dapat dimodifikasi. Orang-orang ini takut terlihat bodoh di mata orang lain karena mereka tidak yakin bahwa mereka dapat meningkatkan diri mereka sendiri begitu orang lain memandang mereka sebagai orang yang tidak cerdas.

Namun, orang dengan growth mindset berkeyakinan bahwa kemampuan dan kecerdasan mereka dapat dikembangkan dengan upaya, pembelajaran, dan ketekunan. Kemampuan dasar mereka hanyalah titik awal untuk potensi mereka. Mereka menyadari bahwa semua orang tidak sama, tetapi mereka berpegang pada gagasan bahwa setiap orang bisa menjadi lebih pintar jika mereka berusaha.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengembagkan growth mindset, diantaranya:

  1. Akui dan terima ketidaksempurnaan.
  2. Tumbuh-kembangkan rasa mempunyai tujuan.
  3. Lihat tantangan sebagai peluang.
  4. Cobalah berbagai taktik belajar.
  5. Hargai proses sama pentingnya dengan hasil akhir.
  6. Ganti kata “gagal” dengan kata “belajar”.
  7. Belajarlah dari kesalahan orang lain.
  8. Kembangkan GRIT, mentalitas tidak mudah menyerah.

Pada akhirnya kembali ke diri kita masing-masing untuk berefleksi. Jika kita merasakan hambatan dalam hidup, mungkin saja kita telah lama terjebak dalam fixed mindset yang membuat kita sulit atau bahkan tidak berkembang. Oleh karena itu, semoga delapan upaya yang disajikan dapat membantu untuk mengembangkan growth mindset sehingga dapat senantiasa bertumbuh-kembang dengan lebih baik.

 

Yadu Nandana
Junior Consultant HumanDynamics

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *