Self-Respect – Sembilan Langkah Menjadi Diri Anda

“Bentuk sederhana dari welas asih pada diri sendiri (self-compassion) adalah menghargai diri sendiri, yang memperkuat tumbuh kokohnya pohon diri sendiri.” (OareSaga)

Tulisan Self-Respect ini merupakan bagian dari cara sederhana dan praktis dalam membangun self-compassion (welas asih pada diri sendiri). Tulisan ini sudah pernah penulis publikasikan di akun pribadi pada April 2014. Mengingat tulisan di akun pribadi itu demikian besar responnya sehingga dibagikan oleh banyak rekan penulis. Tulisan tersebut penulis unggah lagi di sini dengan melakukan penyuntingan minor.

Pada tulisan dengan judul “Welas Asih dan Manfaatnya”, sudah disampaikan bahwa secara sederhana self-compassion (welas asih pada diri sendiri) dapat diartikan sebagai bersikap simpatik dan baik yang dilandasi welas asih kepada diri sendiri.

Respek adalah perasaan hormat yang dalam disertai penghargaan yang ditujukan bagi seseorang atau sesuatu yang timbul karena kemampuan, kualitas, atau prestasinya. Self-respect berarti rasa hormat dan penghargaan itu ditujukan pada diri sendiri.

Kemampuan memberikan rasa hormat dan penghargaan, baik bagi diri sendiri, orang lain atau pun sesuatu ini bersumber dari pola pikir (mindset) seseorang.

Dinamikanya begini. Mindset yang dimiliki seseorang tentang dirinya sendiri sangat menentukan bagaimana seseorang bersikap pada dirinya, yaitu melihat dirinya, bisa positif atau negatif. Cara melihat diri sendiri ini mempengaruhi citra-diri (self-image) seseorang tentang dirinya. Citra-diri seseorang mempengaruhi harga-diri (self-esteem)-nya, yaitu tingkat keyakinan yang dimiliki seseorang pada dirinya yang kemudian berdampak pada kepercayaan diri (self-confidence)-nya. Kepercayaan diri seseorang mempengaruhi penghargaannya pada diri sendiri (self-respect). Seberapa besar penghargaan seseorang pada dirinya, seperti itulah menjadikan dirinya.

Mengembangkan rasa yang kuat dalam menghargai diri (self-respect) dapat membantu Anda dalam mengembangkan secara optimal potensi yang dimiliki, mengembangkan hubungan baik yang sehat dengan orang lain, dan membuat semua orang di sekitar Anda melihat Anda sebagai orang yang layak dihormati.

Banyak faktor yang mempengaruhi seseorang kurang bisa menghargai dirinya sendiri, sehingga ia tidak mampu menghargai orang lain. Salah satunya adalah pola asuh orangtua yang diterapkan saat seseorang masih kanak-kanak. Orangtua yang memperlakukan anaknya penuh dengan tuntutan, tekanan, bahkan intimidasi dan kekerasan pada anak di masa kanak-kanaknya akan menjadikan si anak kurang mampu menghargai dirinya sendiri. Dampaknya setelah tumbuh besar bahkan setelah dewasa akan ada permasalahan emosional yang belum terselesaikan sehingga ia kurang mampu memberikan respek pada dirinya sendiri dan orang lain. Self-compassion-nya terhambat untuk bertumbuh-kembang dengan baik.

Tulisan ini dibuat untuk berbagi tips praktis bagi setiap orang yang hendak bertumbuh-kembang agar mampu memberikan respek, mampu memberikan rasa hormat dan penghargaan, khususnya pada dirinya sendiri. Dengan demikian, akan membuka pintu bagi tumbuh-kembangnya self-compassion (welas asih pada diri sendiri).

Tips Memberikan Respek pada Diri Sendiri:

  1. Kenali diri sendiri
    Mengenali diri sendiri berarti mengetahui keunikan diri Anda, seperti sifat-sifat Anda, kelebihan dan kekurangan Anda, potensi yang Anda punyai, dan keterampilan yang Anda miliki. Makin Anda mengenali keunikan diri Anda maka makin Anda bisa menghargai diri sendiri. Dengan mengenali diri sendiri maka Anda bisa mengarahkan dan menentukan diri Anda. Karenanya, berhentilah menjadi kaki tangan persetujuan orang lain dalam menentukan diri Anda sendiri dan mulailah mengembangkan standar Anda sendiri.
  2. Maafkan diri sendiri
    Memaafkan diri sendiri berarti Anda menyayangi diri Anda. Jika Anda ingin menghargai dan menghormati diri sendiri, Anda harus bisa memaafkan diri sendiri atas apapun yang terjadi di masa lalu yang membuat Anda kurang bangga pada diri sendiri. Hal-hal di masa lalu yang membuat Anda “kurang beruntung” itu bisa karena Anda melakukan kesalahan yang disengaja ataupun tidak disengaja, perlakukan tidak adil yang pernah Anda alami yang membuat Anda kurang bisa menerima diri sendiri, ataupun karena kondisi lingkungan yang membuat Anda terlalu keras pada diri sendiri dalam melakukan usaha-usaha yang tanpa Anda sadari menyakiti diri Anda.Khusus terkait dengan kesalahan di masa lalu yang Anda lakukan yang membuat orang lain tersakiti, memaafkan diri sendiri bukan berarti Anda harus mengabaikan kenyataan bahwa Anda telah membuat orang lain terluka perasaannya. Memaafkan diri sendiri yang dimaksudkan di sini ditujukan agar Anda tidak terus menerus terbelenggu merasa buruk tentang diri Anda atau terus menerus menyalahkan diri Anda atas kesalahan yang pernah Anda lakukan itu. Mulailah tahap hidup baru. Akui bahwa Anda pernah melakukan kesalahan pada orang lain. Bila memungkinkan, tuluslah meminta maaf kepada orang lain yang Anda pernah sakiti. Setelah itu, bergeraklah maju bertumbuh menjadi orang yang Anda inginkan. Jika Anda terkungkung pada kesalahan masa lalu dan bersikeras terus menyalahkan diri sendiri, Anda tidak akan pernah bisa bergerak maju bertumbuh-kembang.
  3. Menerima Diri Sendiri
    Jika Anda benar-benar ingin menghargai dan menghormati diri sendiri, Anda harus tulus menerima diri sendiri, dengan segala keunikannya. Belajarlah untuk menerima dan mencintai diri Anda apa adanya. Rangkul kekurangan diri Anda. Terima, cintai, dan sukai semua kekurangan itu, terutama hal-hal pada diri Anda yang membuat Anda kurang sempurna dan kekurangan yang tidak bisa diubah.Berhentilah membuat alasan untuk menutupi kekurangan itu atau untuk membuat Anda jadi orang lain. Ingat, tidak ada orang yang sempurna, demikian juga Anda. Ingat juga bahwa Anda pun memiliki kelebihan! Dengan segala kelebihan dan kekurangan Anda, teruslah bertumbuh menjadi diri Anda sendiri.
  4. Syukuri Diri Anda
    Syukur adalah bentuk lain cinta kasih sebagai ungkapan rasa bahagia. Berterimakasih dan bersyukur lah dengan apa adanya diri Anda. Tuhan menciptakan setiap orang dengan keunikannya masing-masing. Berpuas diri lah menjadi hanya diri Anda sendiri tanpa harus membandingkan diri Anda dengan orang lain. Anda adalah pribadi yang hebat dengan keunikan yang Anda miliki.
  5. Latih dan Pelihara Sikap Mental Positif
    Sikap Anda adalah kekuatan terbesar yang mengarahkan hidup Anda. Sikap Anda atas diri Anda sendiri jauh lebih memegang peranan penting dari pada keadaan atau pun kejadian yang Anda alami. Sikap Anda bisa membuat Anda sukses, namun juga bisa menghancurkan diri Anda. Karenanya, latih dan peliharalah Sikap Mental Positif (Positive Mental Attitude, PMA). Sikap Mental Positif adalah filosofi hidup dengan sikap optimis dalam setiap situasi kehidupan, apa pun situasi yang dihadapi. Melatih dan memelihara Sikap Mental Positif berarti Anda membiasakan diri mengembangkan emosi “positif”, yang membuat otak secara alami mengeluarkan hormon BETA-endorfin (β-endorphin), yaitu hormon kebahagiaan yang berkhasiat memperkuat daya tahan tubuh, menjaga sel otak tetap muda, melawan penuaan, menurunkan agresivitas dalam relasi antar manusia, meningkatkan semangat, daya tahan, dan kreativitas. Sikap Mental Positif menjadikan Anda bertumbuh secara alami.
  6. Hentikan Bersaing dengan Orang Lain
    Untuk mampu menghargai dan menghormati diri sendiri agar kemudian menjadi diri Anda sendiri, Anda tidak perlu bersaing dengan orang lain. Karenanya, hentikan sikap untuk bersaing dengan orang lain siapa pun. Sikap bersaing membuat Anda mudah lelah secara mental dan hidup Anda dikendalikan orang lain. Tentukan hal-hal baik untuk diri Anda menurut standar ukuran Anda dan oleh diri Anda juga, bukan menurut orang lain dan berdasarkan standar ukuran orang lain. Standar itu bisa dalam bentuk tampilan, cara belajar, cara kerja, keinginan, dan arah untuk kemajuan diri Anda. Bahasa kiasannya, “menarilah di atas genderang yang Anda tabuh sendiri, bukan menari di atas tabuhan genderang orang lain”.
  7. Arahkan Minat untuk Mengembangkan Bakat Anda
    Minat adalah dorongan kuat dalam diri seseorang untuk melakukan segala sesuatu yang diinginkan. Sedangkan bakat adalah talenta yang dibawa sejak lahir. Minat menjadi salah satu faktor yang dapat mengarahkan bakat. Setiap orang lahir dibekali bakat masing-masing, termasuk Anda. Temukan bakat-bakat yang menjadi keunikan bawaan Anda, lalu jadikan minat sebagai pendorong agar bakat Anda itu dapat Anda aktualisasikan dalam kehidupan Anda. Dengan Anda mengembangkan bakat Anda berarti Anda menghargai diri Anda untuk bertumbuh optimal.
  8. Disiplinlah Mengatur Diri Anda
    Disiplin diri adalah salah satu kunci kesuksesan. Membangun disiplin diri membutuhkan komitmen dan tekad kuat dari dalam diri Anda sendiri. Disiplin mengatur diri sendiri perlu Anda terapkan dalam semua aspek kehidupan, seperti mengatur waktu untuk urusan pribadi, berolah raga dan menjaga kesehatan, mengerjakan tugas belajar atau tugas kerja, dan sebagainya. Dengan disiplin diri berarti Anda menghargai diri sendiri dengan membangun kebiasaan untuk menjadi pribadi yang sukses.
  9. Jaga Integritas Diri dan Jadilah Pribadi Bertanggung Jawab
    Integitas adalah satu dan menyatunya hati, pikiran, kata, dan perbuatan. Sedangkan tanggung jawab adalah keberanian menanggung segala sesuatu atas tindakan yang Anda lakukan baik dalam pikiran, kata-kata, dan perbuatan. Menjaga integritas dan menjadi pribadi bertanggung jawab berarti Anda membangun karakter Anda, yaitu budi pekerti yang membedakan Anda dari orang lain. Karakterlah yang menentukan kesuksesan dan hidup Anda.

Selamat bertumbuh-kembang menjadi diri Anda sendiri. Menjadi pribadi hebat nan istimewa dengan memberikan respek, rasa hormat, dan penghargaan kepada diri Anda sendiri. Dengan demikian, Anda mulai membuka pintu dan menerapkan self-compassion (welas asih pada diri sendiri).

KS Arsana
Managing Director & Executive Consultant of HumanDynamics

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *